Senin, 25 November 2013

5S dan Renraku



Tugas dan Tanggung Jawab Operator

1.        Mengikuti senam dan mengikuti breaving dengan tertib setiap akan mulai kerja
2.        Komunikasi dengan operator shift sebelumnya untuk mendapatkan informasi produksi dan kondisi
3.        Mengisi cek sheet persiapan kerja, kondisi mesin, safety, lock assurent dan lainya
4.        Memeriksa spesifikasi produksi, material, mold dan lainnya
5.        Melaksanakan produksi sesuai SOP (standart operasional prosedur)
6.        Membuat laporan produksi dan mengisi data harian scrap dan unit per hour (UPH) di lapangan
7.        Selalu bekerja dengan memperhatikan safety dan kondisi 5S yang baik
8.      Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu, produktifitas dan menghilangkan pemborosan-pemborosan hasil
9.        Memeriksa dan memperbaiki produksi yang rusak setelah jam kerja sampai selesai
10.    Melaksanakan instruksi dari Leader, Foreman ataupun Supervisor
11.    Melaporkan semua masalah yang timbul kepada leader ataupun Foreman
12.    Mengiuti aktivitas GKM secara rutin (Gugus Kendali Mutu / QCC=Quality Control Center)
13. Aktif memberi usulan-usulan untuk perbaikan melalui “ Kaizen “ (improvement / perbaiakan yang berkesinambungan)
14.    Melaksanakan kegiatan 5R setiap saat

5S / 5R

SEIRI → Pemilahan (Ringkas)
SEITON → Penataan (Rapi)
SEISO → Pembersihan (Resik)
SEIKETSU → Pemantapan (Rawat)
SHITSTUKE → Pembiasaan (Rajin / Disiplin)
Revolusinya :
- Setiap orang harus kerja keras
- Yang sukar itu mudah, tetapi yang mudah terlupakan
- Perusahaan yang tidak sehat, biasanya menerapkan 5S yang buruk
- Dari koreksi kepencegahan
- Tidak memperhatikan bahwa inti permasalahannya diabaikan
- Keunggulan manusia
- Mengapa kecelakaan yang terjadi pada sistem yang canggih sekalipun

Keunggulan :
- Management berkesinambungan menciptakan lingkungan kerja yang baik dan penyempurnaan
- 5S merupakan barometer management pabrik yang berjalan lancar dikendalikan oleh setiap orang
- 5S sebagai ilmu perilaku
- Menggunakan pengalaman di pabrik untuk membersihkan batin
- Sistem yang menggugah perilaku bertanggung jawab

S
EIRI pemilahan antara yang perlu dan yang tidak perlu, disitu harus menggambil keputusan yang tegas. Yang tidak perlu dibuang.
S
EITON menyimpan barang di tempat yang tepat / dalam tata letak yang benar. Sehingga dapat digunakan dalam keadaan yang mendadak, ini adalah untuk menghilangkan proses pencarian. 
           Untuk   mutu dan keamanan yang menghasilkan tempat kerja yang rapi.
S
EISO membersihkan barang-barang sehingga menjadi bersih (umumnya). Di 5S Seiso berarti : “Membuang sampah / kotoran dan benda-benda asing serta membersihkan sesuatu.
S
EIKETSU Berarti terus menerus dan secara berulang-ulang memelihara, pemeliharaan, penatan dan pembersihannya. Pemantapan ini berarti mencakup kebersihan pribadi dan lingkungan.
S
HITSUKE Yang berarti menanamkan / memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar (disiplin). Di dalam Shitsuke ini perlu penekanan yaitu :
“ Untuk menciptakan tempat kerja dengan kebiasaan dan perilaku yang baik dengan mengajarkan setiap orang apa yang harus dilakukan. Dan memerintahkan setiap orang untuk melaksanakannya. Maka kebiasaan yang buruk akan terbuang dan kebiasaan baik akan terbentuk.

HORENSO
1.    Hokoku (Pelapor, lapor)
2.    Renraku (Kontak, informasi)
3.    Sodan (Konsultasi)

L
APOR Informasikan segala sesuatu yang kita lihat atau ketahui, jangan ditunggu untuk ditanya agar cepat buat bahan pertimbangan. Jangan anggap kejadian yang terjadi tidak penting. Jangan menunda laporan, tetapi lakukan pemeriksaan sebelum melapor. Menunda laporan akan menjadi masalah, laporkan poin-poin penting walaupun sibuk tetap laporkan. Laporan hanya berisi penjelasan situasi bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Langkah sebagai pelapor :
- Menjelaskan kesimpulan
- Menjelaskan alasan
- Mengusulkan pendapat

Persiapan sebelum melapor :
- Menerangkan dengan catatan berdasarkan fakta-fakta objek
- Lengkap jelas dan benar

Permasalahan yang sering terjadi :
- Mengetahui kesalahan tidak melapor
- Tidak melapor jika tidak ditanya

Tindak preventif :
- Keadaan yang buruk harus dilaporkan cepat
- Jangan menyimpan permasalahan diri sendiri
- Mencatat hal penting setiap waktu
- Cepat melapor bila tidak yakin

Pelapor yang baik :
- Sesibuk apapun jangan ragu bicara pada atasan
- Laporkan status dan keadaan
- Melapor secara rutin
- Pilih cara terbaik untuk melapor (bicara lansung, telepon, e-meil, fax, sms dll)

K
ONTAK Kontak ini penting, jenis kontak apa yang dibutuhhkan, informasi yang harus tahu tentang masalah yang terjadi. Informasikan ke semua bagian yang terkeil secepatnya, jangan menunda 1 menitpun, agar masalah yang timbul tidak membesar.

Pesan :
- Pesan yang tidak   jelas, kata-kata yang rumit / berbeli-belit membuat salah  paham
- Informasikan lagi pesan yang dititipkan agar jelas dan tidak berbelit kata
- Rangkum dan aturlah terlebih dahulu  hal yang ingin dibicarakan
- Periksa pesanan langsung ke yang bersangkutan dengan menulisnya tentang :

o  Siapa
o  Apa
o  Dimana
o  Kapan
o  Mengapa
o  Bagaimana
o  Berapa banyak
o  Berapa harga (kalau perlu)


Di dalam pesan :
- Jelaskan masalah yang jelas (informasi & kondisi)
- Hubungi pelayanan tentang hasilnya
- Hubungi orang yang berwenang
- Jangan punya firasat OK tentang anda

Langkah-langkah menerima pesan :
- Konfirmasi, biasakan untuk mencatat dan ulangi pesan tersebut
- Biasakan mencatat setiap saat, ulangi pesan dan berikan nama penerima setelah menerima pesan
- Biasakan sambil konfirmasi anda juga menyampaikan informasi baru
- Informasikan setiap fase-fase pekeerjaan anda yang selesai
- Diskusikan hal yang lain untuk mengingkan hal yang lain
- Gunakan telepon, E-mail, Fax dan Sms dalam informasi
- Informasikan ke orang terkait
- Setiap kontak pemberitahuan, hasilnya : anda akan mendapatkan respon yang baik

Kesalahan dalam kontak : Merasa yakin bahwa pesan yang disampaikan telah dipahami lawan bicara.
Tindak preventif (Renraku) : Segera follow up sampai jelas semuanya

Kontak yang baik :
- Pemberi pesan menginformasikan kepada orang yang ditanya (pemberi)
- Menginformasikan kepada pemberi pesan bahwa pesan telah disampaikan dan sesuai (penerima)

K
ONSULTASI Berarti minta pendapat, saling bertukar pikiran kepada orang yang terkait, tidak berfikir sendiri. Konsultasi tergantung orang lain menganalisa dan memahami masalahnya dengan benar. Siapkan acuan data sebelumnya, hormatilah pendapat yang kritis.

Konsultasi yang baik :
- Tanyakan mengapa konsultasi tidak diterima
- Pahami alasan tersebut untuk merencanakan hal yang perlu dilakukan
- Mintalah nasehat dari teman kerja atau orang yang lebih tahu
- Konsultasi ini bermanfaat untuk membina hubungan kerja
- Konsultasi yang baik berarti anda bekerja denagan baik juga

Konsultasi bukan sepenuhnya minta pendapat atau menanyakan semua. Mintalah pendapat setelah kitamenyampaikan pendapat sendiri. Kesalahan yang sering dilakukan saat konsultasi : “ Hanya bertanya saja tanpa berfikir sendiri terlebih dahulu.”
Dari semua setelah dipahami, rasa malu yang selama ini timbul saat melakukan HORENSO, akan kami rubah menjadi lebih baik. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah kita tahu kekurangan itu dan berusaha menghilangkan kekurangan itu.
HORENSO : Membahas hubungan horizontal → vertikal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar