Tugas dan Tanggung Jawab Operator
1.
Mengikuti
senam dan mengikuti breaving dengan tertib setiap akan mulai kerja
2. Komunikasi
dengan operator shift sebelumnya untuk mendapatkan informasi produksi dan
kondisi
3.
Mengisi
cek sheet persiapan kerja, kondisi mesin, safety, lock assurent dan lainya
4.
Memeriksa
spesifikasi produksi, material, mold dan lainnya
5.
Melaksanakan
produksi sesuai SOP (standart operasional prosedur)
6.
Membuat
laporan produksi dan mengisi data harian scrap dan unit per hour (UPH) di
lapangan
7.
Selalu
bekerja dengan memperhatikan safety dan kondisi 5S yang baik
8. Selalu
berusaha untuk meningkatkan mutu, produktifitas dan menghilangkan
pemborosan-pemborosan hasil
9.
Memeriksa
dan memperbaiki produksi yang rusak setelah jam kerja sampai selesai
10.
Melaksanakan
instruksi dari Leader, Foreman ataupun Supervisor
11.
Melaporkan
semua masalah yang timbul kepada leader ataupun Foreman
12.
Mengiuti
aktivitas GKM secara rutin (Gugus Kendali Mutu / QCC=Quality Control Center)
13. Aktif
memberi usulan-usulan untuk perbaikan melalui “ Kaizen “ (improvement / perbaiakan yang berkesinambungan)
14.
Melaksanakan
kegiatan 5R setiap saat
5S / 5R
SEIRI → Pemilahan (Ringkas)
SEITON → Penataan (Rapi)
SEISO → Pembersihan (Resik)
SEIKETSU → Pemantapan (Rawat)
SHITSTUKE → Pembiasaan (Rajin / Disiplin)
Revolusinya :
- Setiap orang
harus kerja keras
- Yang sukar itu
mudah, tetapi yang mudah terlupakan
- Perusahaan yang
tidak sehat, biasanya menerapkan 5S yang buruk
- Dari koreksi
kepencegahan
- Tidak memperhatikan
bahwa inti permasalahannya diabaikan
- Keunggulan manusia
- Mengapa kecelakaan
yang terjadi pada sistem yang canggih sekalipun
Keunggulan :
- Management berkesinambungan
menciptakan lingkungan kerja yang baik dan penyempurnaan
- 5S merupakan
barometer management pabrik yang berjalan lancar dikendalikan oleh setiap orang
- 5S sebagai ilmu
perilaku
- Menggunakan
pengalaman di pabrik untuk membersihkan batin
- Sistem yang
menggugah perilaku bertanggung jawab
S
|
EIRI pemilahan
antara yang perlu dan yang tidak perlu, disitu harus menggambil keputusan yang
tegas. Yang tidak perlu dibuang.
S
|
EITON menyimpan
barang di tempat yang tepat / dalam tata letak yang benar. Sehingga dapat
digunakan dalam keadaan yang mendadak, ini adalah untuk menghilangkan proses
pencarian.
Untuk mutu dan keamanan yang menghasilkan tempat kerja yang rapi.
Untuk mutu dan keamanan yang menghasilkan tempat kerja yang rapi.
S
|
EISO
membersihkan barang-barang sehingga menjadi bersih (umumnya). Di 5S Seiso
berarti : “Membuang sampah / kotoran dan benda-benda asing serta membersihkan
sesuatu.
S
|
EIKETSU Berarti
terus menerus dan secara berulang-ulang memelihara, pemeliharaan, penatan dan
pembersihannya. Pemantapan ini berarti mencakup kebersihan pribadi dan
lingkungan.
S
|
HITSUKE Yang
berarti menanamkan / memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara
yang benar (disiplin). Di dalam Shitsuke ini perlu penekanan yaitu :
“ Untuk
menciptakan tempat kerja dengan kebiasaan dan perilaku yang baik dengan mengajarkan
setiap orang apa yang harus dilakukan. Dan memerintahkan setiap orang untuk
melaksanakannya. Maka kebiasaan yang buruk akan terbuang dan kebiasaan baik
akan terbentuk.
HORENSO
1.
Hokoku
(Pelapor, lapor)
2.
Renraku
(Kontak, informasi)
3.
Sodan
(Konsultasi)
L
|
APOR
Informasikan segala sesuatu yang kita lihat atau ketahui, jangan ditunggu untuk
ditanya agar cepat buat bahan pertimbangan. Jangan anggap kejadian yang terjadi
tidak penting. Jangan menunda laporan, tetapi lakukan pemeriksaan sebelum
melapor. Menunda laporan akan menjadi masalah, laporkan poin-poin penting
walaupun sibuk tetap laporkan. Laporan hanya berisi penjelasan situasi bisa
menimbulkan kesalahpahaman.
Langkah sebagai pelapor :
- Menjelaskan kesimpulan
- Menjelaskan alasan
- Mengusulkan pendapat
Persiapan sebelum melapor :
- Menerangkan dengan
catatan berdasarkan fakta-fakta objek
- Lengkap jelas
dan benar
Permasalahan yang sering terjadi :
- Mengetahui kesalahan
tidak melapor
- Tidak melapor
jika tidak ditanya
Tindak preventif :
- Keadaan yang buruk
harus dilaporkan cepat
- Jangan menyimpan
permasalahan diri sendiri
- Mencatat hal
penting setiap waktu
- Cepat melapor
bila tidak yakin
Pelapor yang baik :
- Sesibuk apapun
jangan ragu bicara pada atasan
- Laporkan status
dan keadaan
- Melapor secara
rutin
- Pilih cara
terbaik untuk melapor (bicara lansung, telepon, e-meil, fax, sms dll)
K
|
ONTAK Kontak ini
penting, jenis kontak apa yang dibutuhhkan, informasi yang harus tahu tentang
masalah yang terjadi. Informasikan ke semua bagian yang terkeil secepatnya,
jangan menunda 1 menitpun, agar masalah yang timbul tidak membesar.
Pesan :
- Pesan yang
tidak jelas, kata-kata yang rumit /
berbeli-belit membuat salah paham
- Informasikan lagi
pesan yang dititipkan agar jelas dan tidak berbelit kata
- Rangkum dan
aturlah terlebih dahulu hal yang ingin
dibicarakan
- Periksa pesanan
langsung ke yang bersangkutan dengan menulisnya tentang :
o Siapa
o Apa
o Dimana
o Kapan
o Mengapa
o Bagaimana
o Berapa banyak
o Berapa harga
(kalau perlu)
Di dalam pesan :
- Jelaskan masalah
yang jelas (informasi & kondisi)
- Hubungi pelayanan
tentang hasilnya
- Hubungi orang
yang berwenang
- Jangan punya
firasat OK tentang anda
Langkah-langkah menerima pesan :
- Konfirmasi,
biasakan untuk mencatat dan ulangi pesan tersebut
- Biasakan mencatat
setiap saat, ulangi pesan dan berikan nama penerima setelah menerima pesan
- Biasakan sambil
konfirmasi anda juga menyampaikan informasi baru
- Informasikan setiap
fase-fase pekeerjaan anda yang selesai
- Diskusikan hal
yang lain untuk mengingkan hal yang lain
- Gunakan telepon,
E-mail, Fax dan Sms dalam informasi
- Informasikan ke
orang terkait
- Setiap kontak
pemberitahuan, hasilnya : anda akan mendapatkan respon yang baik
Kesalahan dalam
kontak : Merasa yakin bahwa pesan yang disampaikan telah dipahami lawan bicara.
Tindak preventif
(Renraku) : Segera follow up sampai jelas semuanya
Kontak yang baik :
- Pemberi
pesan menginformasikan kepada orang yang ditanya (pemberi)
- Menginformasikan
kepada pemberi pesan bahwa pesan telah disampaikan dan sesuai (penerima)
K
|
ONSULTASI
Berarti minta pendapat, saling bertukar pikiran kepada orang yang terkait,
tidak berfikir sendiri. Konsultasi tergantung orang lain menganalisa dan
memahami masalahnya dengan benar. Siapkan acuan data sebelumnya, hormatilah
pendapat yang kritis.
Konsultasi yang
baik :
- Tanyakan
mengapa konsultasi tidak diterima
- Pahami
alasan tersebut untuk merencanakan hal yang perlu dilakukan
- Mintalah
nasehat dari teman kerja atau orang yang lebih tahu
- Konsultasi
ini bermanfaat untuk membina hubungan kerja
- Konsultasi
yang baik berarti anda bekerja denagan baik juga
Konsultasi bukan
sepenuhnya minta pendapat atau menanyakan semua. Mintalah pendapat setelah kitamenyampaikan
pendapat sendiri. Kesalahan yang sering dilakukan saat konsultasi : “ Hanya
bertanya saja tanpa berfikir sendiri terlebih dahulu.”
Dari semua
setelah dipahami, rasa malu yang selama ini timbul saat melakukan HORENSO, akan
kami rubah menjadi lebih baik. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah
kita tahu kekurangan itu dan berusaha menghilangkan kekurangan itu.
HORENSO :
Membahas hubungan horizontal → vertikal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar